Uang Kepeng sebagai sebuah warisan kebudayaan yang berawal dari budaya asal Tiongkok. Menurut sejarawan asal Belanda bernama R. Gorris, uang kepeng telah dikenal di Pulau Bali pada 882 Masehi.
Uang Kepeng dibuat menggunakan bahan dasar berunsur lima logam, disebut Panca Datu, mewakili kekuatan lima Dewata. Kelimanya adalah adalah besi (berwarna hitam, mewakili kekuatan Wisnu, ada di Utara), emas (kuning, Mahadewa, Barat), kuningan (warna-warni, Dewa Siwa, pusat), perak (putih, Iswara, Timur), dan tembaga (merah, Brahma, Selatan)
Uang kepeng, disebut juga pis bolong, banyak digunakan sebagai perangkat upacara adat di Bali.
Energi orgone adalah ide yang diusulkan dan dipromosikan pada tahun 1930 oleh psikoanalis Dr Wilhelm Reich, dalam penelitiannya selama 40 tahun
Pada tahun 1960an Pekerjaan Dr Reich dilanjutkan oleh ilmuwan Rusia yang berpikiran lebih terbuka seperti Dr Nikolai Kozyrev (1908-1983), yang juga telah membuktikan secara ilmiah bahwa energi tak terlihat pada setiap benda (energi orgon) memang ada di sekitar kita, dan sempat digunakan dalam pertahanan militer menggunakan prinsip yang disebut " bidang torsi " (misalnya, energi eterik).
Energi orgone juga disebut sebagai “inti dari daya hidup yang ada di alam”. Ada juga yang menyebutnya sebagai animal magnetisme, odyle, life force, chi, scalar, manna, baruah, entelechy, prana, dan fifth element (elemen kelima).
Energi orgone dapat memberikan pengaruh kepada benda mati maupun benda hidup. Efek yang sering dicontohkan untuk alam adalah kemampuan alat orgone untuk memanggil atau mengusir hujan walaupun secara teknis prosesnya tidak seperti itu. Energi orgone juga dipergunakan misalnya sebagai alat bantu penyembuhan melalui alat orgone pendant, pocket maupun stickwand.
Pada awal tahun 1980an Karl Welz mengembangkan teknik dengan menggunakan campuran antara logam dan non logam. Ia menyebutnya sebagai orgonite. Hasil dari campuran ini ternyata membuat alat ini mampu menghasilkan energi orgone yang lebih besar dari lapisan logam dan non logam seperti dalam oracs. Sehingga dalam perkembangan berikutnya oracs dinilai sudah tidak praktis lagi, karena bentuknya yang besar dan berat, juga energi yg dikumpulkan oleh orgonite lebih banyak dari pada oracs. Saat itu orgonite pertama kali diperkenalkan sebagai alat kesehatan. Alat tersebut menjadi populer pada tahun 1980an.
Kemudian di awal 1990an oleh Don Croft dikembangkan lagi dengan menambahkan kristal yang ia percaya mampu meningkatkan kekuatan hingga puluhan kali lipat dan memiliki kelebihan dari efek Kristal untuk membantu daya kerja orgonite pada kesehatan dan mempengaruhi sumber energi dalam tubuh manusia (chakra). Dan pada perkembangannya kristal seperti menjadi sebuah keharusan dalam orgonite, sehingga tidak lagi disebut orgonite jika tidak menggunakan kristal.
Pada tahun 1986, para ilmuwan di University of Marburg, Jerman menerbitkan hasil penelitian apa yang didalilkan oleh Reich dan rekan-rekannya, faktual ada."
SEKARANG DISEBUT ORGONITE
Masuknya pengetahuan tentang orgonite ke Indonesia dibawa Mr Dan Daum dengan nama alias Edostar atau Baligifter, orang yang berasal dari Inggris lalu menetap di Pulau Bali yang eksotis. Dari beliaulah pengetahuan ini didiskusikan pertama kali melalui kaskus. Berawal dari pro-kontra juga seperti yang dialami oleh Dr Reich, namun dari banyaknya praktisi energi di Indonesia yang telah “melihat” sendiri daya kerja orgonite membuat orgonite dengan mudah dikenal dan cepat tersebar di Indonesia. Apalagi beliau melakukan gerakan gifting di alam Indonesia yang segera diikuti jejaknya oleh para orgoniter dengan tujuan untuk memerangi keberadaan chemtrail dan mengurangi efek buruk dari berbagai energi negatif tentunya.




Comments
Post a Comment